Pages

Senin, 17 Januari 2022

Kisah Cinta Sederhana part 2

Selang beberapa hari setelah jalan ke mall, akhirnya hal yang aku takutkan terjadi. Mas Rido- begitu biasa aku memanggilnya tiba tiba mengirim chat lewat messanger kebetulan aku sedang online mengerjakan tugas di laptop

Awalnya basa basi "lagi apa?" "Ngerjain tugas apa? ", dan sampailah kita di obrolan serius. Seperti tebakan ku, Mas Rido menyampaikan perasaan nya, dan tentunya bertanya bersedia atau nggak aku jadi pacarnya

Perasaan aku langsung berkecamuk dan panik, di satu sisi aku suka karakternya, kepribadiannya, sisi lainnya aku belum bisa nerima.

"Mas, boleh kasih aku waktu gak? Aku belum bisa jawab sekarang"

"Oke, saya setia nunggu, ditunggu kabar baiknya" Katanya

Aku langsung gerak cepat curhat sama sohib sohib ku.

"Terima aja des, penampilan mah bisa dirubah bisa kamu dandanin nanti dia, yang penting orangnya baik hati nya tulus" Begitu nasihat dari salah satu sahabat ku.

Idealisme ku mulai goyah, bener kata Riska kalau penampilan bisa dirubah, yang penting dia baik, sosok nya juga dewasa, sikapnya bijak dan tenang sebenernya, mungkin dia bisa membimbing aku dalam banyak hal. Tapi tetep aja dia gak punya motor, pacaran naik angkot? ya ampun aku gak sanggup di ledekin temen satu kampus, belum lagi omongan tetangga dan saudara kalau misal suatu hari dia datang ke rumah.

Oke, aku harus berfikir sangat jernih. Karena track record mantan mantan ku cukup baik, dan kalau aku bawa mas rido ke rumah belum tentu juga Mamah setuju. Aku tau selera mamah juga, mamah udah pengen aku pacaran sama laki laki mapan biar hubungannya serius gak cuma main main

Dan sebelum kenal dekat sama Mas rido ini, aku pernah di jodohkan dengan satu lelaki, sudah cukup sukses usahanya mengingat katanya dia sudah punya rumah dan labelnya sudah taraf bos kredit yg beroperasi di Jakarta.

Aku pernah excited nerima perjodohan ini karena menikah muda dan jadi orang kaya adalah cita cita besar ku. Tapi setelah aku bertemu orangnya, hati gak srek. Pertama karena ternyata usia kita terpaut jauh, kedua karena penampilan nya juga bukan tipe ku. Padahal dia sopan dan baik, masalahnya aku yang terlalu pilih pilih

Makanya kalau sampai aku nerima mas Rido dengan kondisi dia sekarang jauh dari kata mapan, aku yakin mamah gak akan setuju yang ada mungkin ngetawain.

"Tapi dia berjuang sendirian, dia pekerja keras, dia bayar kuliahnya sendiri, dia makan dengan hasil keringat nya sendiri, mungkin hari ini dia gak punya apa apa, tapi dia berpotensi jadi orang sukses suatu hari nanti" Hati nurani ku mulai bicara, yah aku gak bisa kesampingkan hal ini juga, ku akui dia punya aura yang berbeda, sosok laki laki tangguh yang akan memperjuangkan hidupnya dan keluarganya

Aku menghela nafas panjang, pilihan ini berat karena mungkin aku sudah tidak lagi mencari lelaki yang cuma main main, aku mau lelaki yang serius ngejalanin hubungan ini dan jelas tujuan nya kemana. Meski usia ku masih 20 tahunan, tapi menikah muda IT'S MY DREAM!!

Perlahan aku turunkan ego, aku mulai berdamai dengan diri sendiri, mengambil sebuah keputusan yang akan menjadi langkah awal perjalanan baru ku dimulai...

*bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar