Pages

Sabtu, 27 Juni 2026

Pernah merasa gagal jadi ibu, tapi tidak pernah sesering belakangan ini.

Pertama, karena aku yang sibuk dan terlalu asyik mengelola toko kue kecil dirumah, aku yang terlalu ambisius ingin cepat lari membesarkan bisnis kecil ini. 

Ternyata sangat sulit untuk ibu 3 anak menyelaraskan antara pekerjaan, mengurus dan mendidik anak anak. Sampai pada anak pertama masuk fase Akil Baligh dengan segala pergolakan nya, perubahan sikap, perilaku, emosi, fisik dan psikis nya yang semuanya berjalan sangat cepat, dan pahitnya aku sebagai Ibu, belum siap. 

Berkali kali merasa gagal menjadi ibu, fisik sudah lah lelah karena bekerja, lalu harus bergelut menghadapi permasalahan 3 anak , terlebih anak sulung yang permasalahan nya sudah lebih kompleks, maka hanya tersisa emosi dan amarah saja yang keluar, sudah tidak bisa ku hadapi dengan kepala dingin.

hal yang paling aku khawatirkan adalah takut gagal mendampingi anak pertama melewati fase akil baligh nya. Karena sebagai ibu, merasa belum cukup bekal, belum siap mental. 

Tidak ada yang bisa benar benar seimbang antara Anak, keluarga, diri sendiri, dan pekerjaaan. Harus selalu ada yang di korbankan, apapun itu yang jelas bukan anak anak. 

Maka, aku atur ulang prioritas kembali. Bisnis kecil ku tak perlu lari lari, kalau lah harus jadi besar, itu Allah nanti yg akan beri jalan di waktu yg terbaik menurut NYA. 

Aku tidak kalah, aku tidak sedang mengorbankan diri sendiri, aku hanya harus kembali pada fitrah sebagai ibu. Karena melihat anak anak ku tumbuh menjadi manusia terbaik, akan menjadi prestasi gemilang ku sebagai seorang ibu. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar